Ojk Longgarkan Dp Beli Kendaraan Jadi Nol Persen Dinilai Dapat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
![]() |
Ilustrasi kendaraan |
DP kendaraan bermotor diturunkan dari sebelumnya paling kecil 5 persen menjadi nol persen dari harga jual.
Hal ini tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.
Melansir Viva.co.id, berdasarkan Ketua OJK, Wimboh Santoso, kebijakan ini dilakukan sebagai pancingan biar perusahaan pembiayaan menjadi lebih sehat atau tumbuh lebih baik. Ia pun yakin, hal ini tidak akan berdampak kepada kemacetan yang sering terjadi di kota-kota besar.
"Kemacetan betul harus diatasi. Tapi kemacetan itu mengatasinya tentunya dengan transportasi yang lebih manis dengan public transportation," kata Wimboh ditemui usai pertemuan Industri Jasa Keuangan 2019 di Jakarta, Jumat Malam 11 Januari 2019.
Dengan adanya kemudahan transportasi publik nantinya, Wimboh mengatakan, masyarakat akan semakin intensif memakai kendaraan umum. Apalagi, jikalau kualitas transportasi publik yang dibangun baik, maka orang akan enggan memakai kendaraan pribadi.
"Semua orang merasa nyaman dan semua orang memakai transportasi publik, meskipun punya motor, enggak pernah dipakai," kata dia.
Wimboh menegaskan, jikalau transportasi publik lebih manis maka masyarakat tentu tidak akan memakai kendaraan pribadinya setiap hari. Selain meningkatkan kredit, ia menyampaikan kebijakan DP 0 persen ini akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Artinya ini kan ekonomi harus rolling. Ekonomi itu harus tumbuh, ekonomi itu tumbuh kalau ekonomi berjalan," ucap dia.
Dengan penduduk Indonesia yang semakin banyak, Wimboh menyampaikan lapangan pekerjaan juga harus terus diciptakan.
"Apapun harus tumbuh, sehingga orang yang nyari pekerjaan tidak susah. Pengangguran bisa kita tekan. Kita, bagaimana supaya ekonomi itu selalu tumbuh," katanya. (AS)