Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahaya Terapi Ear Candle

By: 
Teuku Husni, Samsul Kamal, Darmawati, Feriyani, Masda Admi
Program Doktor Matematika dan Aplikasi Sains, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Abstrak:
Membersihkan organ pendengaran menjadi kebiasaan dari masyarakat kita dengan aneka macam cara, salah satunya memakai teknik yang disebut “ear candling” atau lilin telinga. Banyak masyarakat berasumsi bahwa membersihkan pendengaran dengan teknik ear candling sanggup membersihkan pendengaran dengan aman. Ear candling juga merupakan pengobatan alternatif yang yang disebut - sebut merupakan pengobatan kuno yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit pendengaran ibarat vertigo, pendengaran berdengung, nyeri telinga, sakit kepala dan lainnya, namun hingga ketika ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ear candling mensugesti kesehatan dan ternyata sudah banyak bukti bahwa penggunaan ear candle banyak menimbulkan problem serius terhadap telinga. Dalam artikel ini kita akan membahas perihal aneka macam komplikasi dari tindakan Ear Candle ini.

Kata kunci : Ear candle,Komplikasi Ear candle


Pendahuluan

Telinga insan secara anatomis terdiri dari pendengaran luar, pendengaran tengah dan pendengaran dalam. Batas pendengaran luar dan pendengaran tengah yakni gendang pendengaran (Membran Timpani), sedangkan pendengaran tengah dan pendengaran dalam dibatasi oleh tingkap oval (Foramen ovale). Secara fisiologis liang pendengaran akan menghasilkan kotoran pendengaran (Serumen) yang berfungsi untuk melindungi pendengaran dari kotoran yang masuk dan sanggup membunuh basil yang merugikan. Secara alami kotoran tersebut akan didorong keluar dari liang pendengaran ketika kita melaksanakan gerakan mengunyah makanan.1
Membersihkan organ pendengaran menjadi kebiasaan dari masyarakat kita dengan aneka macam cara ibarat mengorek telinga, atau dengan memakai teknik yang disebut “ear candling” atau lilin telinga. Banyak masyarakat berasumsi bahwa membersihkan pendengaran dengan teknik ear candling sanggup membersihkan pendengaran dengan aman.3
Ear candling juga merupakan pengobatan alternatif yang yang disebut - sebut merupakan pengobatan kuno yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit pendengaran ibarat vertigo, pendengaran berdengung, nyeri telinga, sakit kepala dan lainnya, namun hingga ketika ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ear candling mensugesti kesehatan dan ternyata sudah banyak bukti bahwa penggunaan ear candle banyak menimbulkan problem serius terhadap telinga.4

Struktur Telinga

Telinga luar terdiri dari Meatus Auditorius Eksternus (MAE), Kanalis Auditorius Eksternus dan Membran timpani. Telinga luar berfungsi untuk mengumpulkan gelombang bunyi di Meatus auditorius eksternus menuju Membran timpani melalui kanalis auditorius eksternus. 5
Telinga tengah yakni rongga berisi udara di dalam tulang temporalis yang terbuka melalui tuba eustachius ke nasofaring dan melalui nasofaring ke luar.Telinga insan secara anatomis terdiri dari pendengaran luar, pendengaran tengah dan pendengaran dalam. Batas pendengaran luar dan pendengaran tengah yakni gendang pendengaran (Membran Timpani), sedangkan pendengaran tengah dan pendengaran dalam dibatasi oleh tingkap oval (Foramen ovale). Secara fisiologis liang pendengaran akan menghasilkan kotoran pendengaran (Serumen) yang berfungsi untuk melindungi pendengaran dari kotoran yang masuk dan sanggup membunuh basil yang merugikan. Secara alami kotoran tersebut akan didorong keluar dari liang pendengaran ketika kita melaksanakan gerakan mengunyah makanan.1

Serumen
Serumen atau " kotoran pendengaran " yakni zat alami  yang membersihkan , melindungi , dan melumasi saluran luar pendengaran. Serumen terbentuk ketika sekresi kelenjar dari sepertiga saluran pendengaran luar bercampur dengan sel skuamosa epithelium yang terkelupas. Biasanya, serumen dihilangkan oleh prosedur pencucian diri yang mengakibatkan serumen keluar dari saluran pendengaran , dan dibantu oleh pergerakan rahang.2
Akumulasi serumen yang disebabkan oleh kegagalan prosedur pencucian diri yakni salah satu alasan paling umum untuk pasien mencari perawatan medis untuk pendengaran yang bermasalah. Sekitar 12 juta orang mencari perawatan medis setiap tahun untuk problem kelebihan serumen di Amerika Serikat, sehingga hampir delapan juta memakai tindakan pencucian cerumen.2

Ear Candle
Ear candle merupakan  sebuah alat yang berbentuk lilin berongga (corong) yang dipakai dengan cara aben ujung lilin kepingan atas dan kepingan bawah diletakkan di rongga pendengaran luar. Teknik ini disebut teknik ear candling. teknik ini dilakukan selama 15 menit dan sehabis selesai maka akan tampak adanya zat keras berwarna kecoklatan yang diyakini bahwa itu merupakan kotoran dari pendengaran dalam.3

Sejarah Ear Candle
Ear candling atau biasa disebut juga terapi lilin akhir-akhir ini sangat banyak kita temukan di salon-salon kecantikan. Teknik terapi ini telah ada semenjak ribuan tahun lalu. Suku Hopi yang berasal dari pedalaman Amerika dianggap sebagai penemu terapi ini, tetapi bersama-sama asal muasal dari mana terapi ini masih belum jelas. Karena ternyata banyak suku kuno di dunia yang juga  menggunakan teknik tersebut untuk menyembuhkan aneka macam macam penyakit.1 Metode ini di yakini juga berasal dari Tibet kuno, Cina, India, Mesir, dan Amerika pra-Columbus (orang Hopi) bahkan Atlantis juga diyakini mungkin sebagai asal dari terapi ear candle ini.6

Teknik Penggunaan Ear Candle
Lilin berongga terbuat dari kapas yang dibasahi lilin, lilin lebah atau parafin dan dibiarkan mengeras. Beberapa lilin mungkin berisi tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya termasuk sage, chamomile, mawar, periwinkle, jojoba, kulit quassia, akar yucca, rosemary, akar burdock, akar osha, atau madu.6
Salah satu ujung gulungan lilin tersebut diletakkan di depan liang pendengaran untuk kemudian pada salah satu ujungnya dibakar. Pembakaran tersebut akan menghasilkan panas dan asap yang akan masuk kedalam liang telinga. Pasien akan mencicipi rasa hangat dan bunyi berdesis di pendengaran akhir adanya proses pembakaran. Proses ini diklaim akan mengakibatkan adanya tekanan negatif yang akan menimbulkan kotoran pendengaran terhisap keluar. Setelah lilin selesai dibakar di dalam gulungan lapisan lilin tersebut akan tampak kotoran berwarna kuning kecoklatan yang diklaim sebagai kotoran pendengaran yang terhisap akhir proses pembakaran.1

Komplikasi Terapi Ear Candle
Terapi lilin diklaim sanggup  membersihkan kotoran pendengaran dan menyembuhkan aneka macam macam keluhan pasien. Hal ini tentu saja tidak benar, lantaran sudah dibuktikan dengan dilakukannya penelitian terhadap proses tersebut. Yang pertama, ternyata proses pembakaran lilin tidak menghasilkan tekanan negatif di telinga, apalagi menghisap kotoran pendengaran hingga bersih. Kotoran yang muncul dan melekat pada lilin ternyata yakni hasil pembarakan dari lilin bukan kotoran pendengaran (serumen) yang terhisap oleh proses pembakaran.1
Dalam percobaan yang dilakukan, hasil pembakaran dari lilin tersebut ternyata berisikan molekul alkana yang biasa terdapat dalam komposisi lilin-lilin. Dan tidak ditemukan cerumen dari hasil pembakaran tersebut. Maka dari itu disimpulkan bahwa tindakan ear candle­ ini tidak berfungsi untuk menghapus atau menghisap cerumen.7
Anggapan bahwa ear candling atau terapi lilin sanggup menyembuhkan penyakit abses telinga, membersihkan pikiran, menyembuhkan sinusitis, dan penyakit lainnya belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Bahkan banyak dilaporkan pasien yang tiba ke dokter seorang jago THT akhir komplikasi akhir ear candling.6
Pada tahun 1996, Seely et al, menggunakan alat pengukuran Tympanometric dalam model liang telinga dan menunjukkan bahwa ear candle tidak menghasilkan tekanan negatif. Sebuah uji klinis terbatas memperlihatkan tidak ada penghapusan cerumen dari saluran pendengaran eksternal mereka dengan ear candle. Seely menyimpulkan bahwa lilin pendengaran tidak mempunyai manfaat dalam pengelolaan serumen dan sanggup menimbulkan cedera serius.6

 Dari kuisioner yang dikembalikan oleh 122 dokter THT di Amerika memperlihatkan bahwa sepertiga pasien mereka benar memakai terapi ­ear candling. sebanyak 21 pasien diantaranya mengalami komplikasi akhir tindakan ini. Sebanyak 13 pasien mengalami luka bakar di kepingan pendengaran luar dan pendengaran tengah, 7 pasien mengalamai oklusi pada jalan masuk pendengaran dan 1 pasien mengalami perforasi yang diakibatkan oleh tindakan ear candling. asap yang berlebihan dari lilin tersebut akan menumpuk dalam pendengaran sebagai bukti bahwa lilin tersebut sudah digunakan.7

Table 1 : Cedera akhir Tindakan Ear Candle
Cedera
Frekuensi
Luka Bakar
13
Oklusi Kanal Telinga
7
Pendengaran Berkurang
6
Otitis eksterna
3
Perforasi membran Telinga
1


Sosialisasi ancaman tindakan Ear Candle

Kotoran pendengaran itu dibagi menjadi dua jenis, kotoran berjenis berair dan kering. Kotoran berjenis berair akan higienis dengan prosedur pencucian sendiri oleh telinga, sedangkan kotoran pendengaran berjenis kering tidak bisa dibersihkan sendiri, melainkan harus menggungakan alat medis yang ada pada dokter THT yang kondusif dan tentunya higienis dan steril sehingga tidak terjadi cedera pada telinga.8
Anggapan bahwa memakai terapi ear candle sanggup membersihkan pendengaran dan membantu menyembuhkan berapa penyakit tentu saja tidak benar, lantaran sudah dibuktikan dengan melaksanakan penelitian terhadap proses tersebut. Yang pertama, ternyata proses pembakaran lilin di dalam liang pendengaran tidak menghasilkan tekanan negatif pada telinga, apalagi sanggup menghisap serumen yang berisikan kotoran pendengaran hingga pendengaran diyakini menjadi bersih. Kotoran yang melekat di lilin yang telah habis dibakar ternyata berisi zat lilin dan tidak didapatkan kotoran pendengaran didalamnya.1

Menurut dr. Hanekung Titisari, Sp.THT-KL, penggunaan ear candle tidak sanggup mengeluarkan kotoran telinga, apalagi membersihkannya. Kaprikornus penggunaan terapi ini sama sekali tidak ada manfaatnya. Kalau kemudian banyak orang percaya pada terapi ini, mungkin lantaran sensasi hangatnya. Orang merasa nyaman ibarat sedang fisioterapi. Dengan rasa nyaman itu, kita merasa pendengaran higienis sehabis terapi ear candle.8
Kemudian teknik penggunaan terapi ear candle ini dilakukan di salon - salon kecantikan yang dilakukan oleh orang yang hanya terlatih melaksanakan perawatan kecantikan namun tidak mendalami ilmu medis. Pada ketika ini terapi ini pun sanggup dilakukan di rumah lantaran alat ini dijual bebas, baik secara online maupun di toko-toko.8
Dengan demikian penggunaan terapi ear candling sangat tidak dianjurkan mengingat resiko yang dihasilkan dan komplikasi yang bisa saja terjadi.  Promosi perihal manfaat dari terapi ini juga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, maka sebaiknya departemen/ instansi yang terkait menciptakan hukum yang lebih ketat mengenai terapi alternatif yang beresiko merugikan konsumen guna melindungi masyarakat.1
Dihimbau kepada masyarakat, sebaiknya membersihkan pendengaran haruslah ke dokter THT yang mempunyai alat untuk membersihkan telinga,karena alat medis tersebut kondusif dan dilakukan dengan teknik yang benar sesuai standard  dan tentunya higienis dan steril, sehingga meminimalkan terjadinya cedara pada telinga.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Permana, A. D. (2013, maret 31). Retrieved September 25, 2013, from
https://harga-motor-dan-mobil.blogspot.com/search?q=ear-candling-amankah
2.      Roland, P. S. (2008). Clinical practice guideline: Cerumen impaction. Otolaryngology–Head and Neck Surgery no 139, , S1 - S3.
3.      Rafferty, J. (2007). Ear Candling. Canadian Family Physician , 2121-2122
4.      CBC. (2008). Ear Candling. Canada Health, 1-2
5.      Ganong, W. F. (2002). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: ECG
6.      Nahid, K. (2011). Ear Candling: A Dangerous Pleasure? Iranian Journal of Otorhinolaryngology Vol. 23, No.1, , 51-54
7.      Hornibrook, J. (2012). Where there’s smoke there’s fire-ear candling in a 4-year old. The New Zealand Medical Journal Vol 125 No 1367 , 138 - 140.
8.      Iwan. (2012, september 12). Retrieved september 29, 2013,from http://id.she.yahoo.com/telinga-kotor-jangan-ke-salon-.html

Catatan: Artikel  ini yakni kepingan dari kiprah Topik Khusus mahasiswa DMAS PPS Unsyiah, isi diluar tanggang jawab penerbit